Just another Blogdetik.com weblog


Qurban (Refleksi Keimana)QURBAN (Refleksi Keimanan)
*) Madanih Hasmi

Puji Syukur kehadirat Allah Ilahi Robbi yang telah begitu bayak
memberikan nikmat kepada hamba – hamba yang dikasihi-
Nya.Dengan nikmat itulah kita hendaknya menjadikan setiap langkah kehidupan kita sebagai amal bakti kita kepada Allah sebagai perwujudan rasa syukur kita.

Alhamdulillah pada hari ini kita kembali berada pada hari raya Qurban. Dalam sejarah kehidupan manusia, selama itu pulalah ajaran berqurban ada. Ajaran qurban terdapat pada masa nabi Adam As. Pertama pada zaman Nabi Adam As. Qurban dilaksanakan oleh putra-putranya yaitu bernama Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki oleh Qabil mewakili kelompok petani, sedang Habil mewakili kelompok peternak. Saat itu sudah mulai ada perintah, siapa yang memiliki harta banyak maka sebagian hartanya dikeluarkan untuk qurban.
Sebagai petani si Qabil mengeluarkan kurbannya dari hasil pertaniannya dan sebagai peternak si Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaanya untuk kurban, untuk siapa semua itu diqurbankan, padahal waktu itu manusia belum banyak. Diterangkan dalam sejarah, harta yang diqurbankan itu disimpan di suatu tempat yaitu di Padang Arafah yang sekarang menjadi napak tilas bagi para jemaah haji.
Ajaran berkurban berikutnya pada zaman Nabi Ibrahim As. Diceritakan dalam Al-Qur’an surat Ash-Shafaat ayat 100-111 mengenai qurban dan pengorbanan. Ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun beliau belum juga dikaruniai putra oleh Allah dan beliau selalu berdoa: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh” (Q.S>37:100)
Melalui istrinya yang kedua yakni Siti Hajar yang dinikahinya ketika Nabi Ibrahim mengadakan silaturahmi ke Mesir lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Islam, ia lahir di tengah-tengah padang pasir yang disebut. Bahkan kemudian dikenal dengan Mekkah.
Dalam suatu riwayat kira-kira berusia 6-7 tahun. Sejak dilahirkan sampai besar itu Nabi Ismail menjadi kesayangan. Tiba-tiba Allah memberi ujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaffaat : 102 : “Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pemdapatmu ” Ia menjawab: “hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
Ketika nabi Ibrahim bermimpi (ruyal Haq). Dalam impiannya ia mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih putranya Nabi Ismail dan sampai di Mina beliau menginap, beliau mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafah malamnya di Mina, masih bermimpi yang sama juga. Betapa ujian Berat kepada Nabi Ibrahim as. Supaya menyembelih putra kesayangannya. Itulah yang dijelaskan dalam surat Ash-Shaffaat ayat 102.
Setelah terjadi dialog dengan putranya. Ibrahim mengajak putranya Nabi Ismail, kira-kira antara ratusan meter dari tempat tinggalnya (Minah), baru lebih kurang 70-80 meter berjalan, setan menggoda istrinya Siti Hajar: “Ya Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail yang sedang tumbuh dan menggemaskan itu?”. Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: “Ya Ibrahim, ya Ibrahim mau dikemanakan anakku?” Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, ditempat itulah dimana pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah bagi jemaah haji disuruh melempar batu dengan membaca : Bismillahi Allahu Akbar. Hal tersebut mengandung arti bahwa kita melempar setan atau sifat-sifat setan yang ada di dalam diri kita. Akhirnya tibalah mereka di Jabal Qurban kira-kira 200 meter dari tempat tinggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana di firmankan oleh Allah didalam surat ASH-Shaffaat ayat 103-107: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya
demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik”. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “.
Ajaran qurban berikutnyaterjadi dalam Zaman Nabi Muhammad SAW. Masalah kurban diceritakan kembali yaitu di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3 “Se-sungguhnya Kami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan Berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.
Berbicara tentang kenikmatan, Allah mengingatkan: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu mengitungnya” (QS:Ibrahim: 34). Oleh karena itu berkaitan dengan ibadah kurban yang sudah ada sejak Nabi Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw. Allah berfirman: “Dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah”, Sholat merupakan hubungan vertikal dengan Allah untuk mensyukuri nikmat Allah. Hubungan antara sesama manusia secara horisontal diwujudkan bahwa setelah shalat Idul Adha yaitu dengan berkurban memotong hewan ternak berupa kambing atau sapi untuk dibagikan kepada fakir miskin.
Qurban sebagai ajaran agama merupakan implementasi dan refleksi keimanan seseorang. Tidak semua orang yang mempunyai kesempatan serta berkecukupan harta mau untuk berkurban. Ketika ini yang terjadi, maka perlu kita reorientasi kwalitas keimanan kita.
Berkurban adalah bagian dari ketakwaan. Karena salah satu indikator orang yang beriman sebagaimana yang di ungkapkan oleh syaidina Ali ra adalah orang yang ridho dengan sesuatu yang sedikit yang ia miliki, tetapi yang sedikit itu tidak menghalangi dirinya untuk senantiasa membelanjakan hartanya di jalan Allah Swt. Qurban adalah wujud rasa keimanan dan ketaqwaan seseorang. Dalam kehidupan seseorang , kesuksesan akan diraih setelah seseorang melakukan pengorbanan , tidak ada pencapaian yang gemilang tanpa disertai pengorbanan. Selain itu berqurban merupakan usaha untuk menghilangkan sifat tamak, rakus dan hubbu dunia. Insya Allah dengan membiasakan diri berqurban akan menjauhkan kita dari bencana dan penderitaan, sebagaimana firman Allah

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. 17:16)

Progresive teacher


progressive-teachers1

Fungsi Procurement dalam MSDM


img0047aPENDAHULUAN

Sumber daya manusia merupakan unsure penting dalam dalam sebuah organisasi. Organisasi harus selalu tumbuh dan berkembang , dalam hal ini peran individu didalamnya sangatlah penting dalam pertumbuhan dan perkembangan organisasi.
Keberhasilan sebuah organisasi merupakan tujuan yang selalu ingin dicapai . Perkembangan dari sumber daya manusia di dalamnya merupakan salah satu faktor penentu terwujudnya tujuan tersebut.

Untuk meningkatkan pengetahuan simber daya manusia dibutuhkan strategi khusus dalam sebuah organisasi, misalnya dengan pelatihan dan pendidikan. Pemeberian pelatihan dan pendidikan bukan hanya dibutuhkan bagi tenaga/anggota baru, namun tenaga/anggota lamapun juga membutuhkannya.

Berbagai penetahuan yang dimiliki oleh individu dalam organisasi dapat digunakan untuk mengantarkan sebuah organisasi mencapai tujuannya.
Pengetahuan tentang pemberian pelatihan, pendidikan maupun pengembangan sumber daya manusia harus menjadi bagian dalam sebuah organisasi.
Pada bahasan diskusi kali ini akan coba kita bahas bagin dari fungsi ”Management Sumber Daya Manusia” yakni procurement, development dan compensation.

PEMBAHASAN

Sebelum kita bahas secara spesifik tentang procurement, development dan compensation, kita pahami dulu apa itu MSDM dan apa kaitan antara procurement , development dan compensation dengan MSDM.
Sumber daya manusia adalah salah satu komponen berjalannya sebuah organisasi. Tanpa adanya SDM yang memadai, maka orgtanisasi/lembaga tidak akan berjalan secara optimal sebagaiman yang diharapkan. Secara garis besar komponen organisasi meliputi :
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.[1] MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.
Manajemen sumber daya manusia mempunyai beberapa tujuna, diantaranya yakni :
1. Tujuan Organisasional
Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.
2. Tujuan Fungsional
Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.
3. Tujuan Sosial
Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.
4. Tujuan Personal
Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi.

Telah diketahui bahwa salah satu tugas manajemen adalah untuk mendayagunakan sumberdaya manusia yang dimiliki secara optimal demi tercapainya tujuan organisasi. Pendayagunaan disini seringkali berarti mengupayakan agar sumber daya manusia itu mampu dan mau bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan organisasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui proses manajemen terhadap sumberdaya manusia, dengan berbagai kegiatannya.
Manusia akan mau dan mampu untuk bekerja dengan baik bilamana ia ditempatkan pada posisi dana jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, serta bilamana ia akan memenuhi berbagai kebutuhannya dengan melakukan pekerjaan itu.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa manajemen sumberdaya manusia sangat erat kaitannya dengan motto “The Right Man on The right Place at the right time”.
Disinilah fungsi – fungsi manajemen mengambil peran penting demi menjawab motto tersebut. Salah satu diantara fungsi – fungsi manajemen ialah “Procurement” Apa itu procurement.

Procurement ialah pengadaan tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan. Procurement merupakan usaha untuk memperoleh jenis dan jumlah yang tepat dari personalia yang diperlukan untuk mencapai sasaran organisasi. Procurement biasanya merupakan bagian tugas personalia atau HRD (Human Resources Departement) yang sering juga disebut departemen sumber daya manusia. Deprtemen ini kemudian mengelola, mengembangkan dan mengatur SDM. Dalam melaksanakan fungsi procurement perlu diperhatikan kualitas tenaga kerja, agar keinginan karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan, maka terlebih dahulu ditetapkan standar personalia agar karyawan yang direkrut sesuai dengan keinginan dan harapan perusahaan.
Procurement paling tidak mencakup dua hal, yakni job design (merancang jabatan) dan job analysis (menganalisa jabatan) . Kedua kegiatan ini dirancang agar dalam rekrutmen karyawan sesuai dengan standard an kebutuhan yang diinginkan oleh sebuah perusahaan.

Dalam menjalankan pungsi peocurement, HRD biasanya melakukan minimal tiga tahapan, yakni :
1. Pesriapan, meliputi Job Design , job Analysis, Job description, job specification dan job performance standard
2. Rekrutmen tenaga kerja, meliputi Advertensi, biro / agen tenaga kerja,penempatan kembali pegawai yang ada (replacement), melalui sekolah – sekolah, perguruan tinggi atau lembaga kursus,himpunan – himpunan profesi, nepotisme,open house,headhunters serta walk ins dan write ins
3. Selection/ peneyeleksian, meliputi wawancara,formulir lamaran,referensi,tes psikologi,wawancara penempatan,persetujuan supervisor,tes kesehatan jasmani serta orientasi

Development adalah upaya meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang diupayakan melalui jalur pelatihan maupun pendidikan terhadap SDM yang ada Selain itu , development dalam MSDM adalah sebagai bentuk pengembangan diri bagi karyawan yang berprestasi meliputi promosi, mutasi dan pengembangan karier.
Untuk memfasilitasi kebutuhan perusahaan akan karyawan yang berkualitas dan up to date dengan mengadakan pelatihan karyawan dan pengembangan karyawan. Program pelatihan sangat lah penting untuk meminimalisir gap antara standar kinerja dan kenerja aktual karyawan.Sementara pengembangan karyawan sangat penting untuk memotivasi karyawan agar berkinerja lebih baik.
Namun seringkali masih banyak perusahaan gagal meminimalisir gap yang ada di karyawan. Ini mungkin dikarenakan program traning and development nya tidak dipersiapkan dengan matang sehingga hanya menghambur hamburkan uang perusahaan.

Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.

Pengembangan SDM dapat dilaksanakan dengan dua model, yakni :
• On the job Training
– Coaching
– Planned Progression
– Job Rotation
– Temporary Task
– Performance Appraisal Programs
• Off the job Training
– Executive Development Programs
– Laboratory Training
– Organizational Development

Kompensasi adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi. Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi / perusahaan tempat ia bekerja.
Perusahaan dalam memberikan kompensasi kepada para pekerja terlebih dahulu melakukan penghitungan kinerja dengan membuat sistem penilaian kinerja yang adil. Sistem tersebut umumnya berisi kriteria penilaian setiap pegawai yang ada misalnya mulai dari jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan, kecepatan kerja, komunikasi dengan pekerja lain, perilaku, pengetahuan atas pekerjaan, dan lain sebainya.
Para karyawan mungkin akan menghitung-hitung kinerja dan pengorbanan dirinya dengan kompensasi yang diterima. Apabila karyawan merasa tidak puas dengan kompensasi yang didapat, maka dia dapat mencoba mencari pekerjaan lain yang memberi kompensasi lebih baik. Hal itu cukup berbahaya bagi perusahaan apabila pesaing merekrut / membajak karyawan yang merasa tidak puas tersebut karena dapat membocorkan rahasia perusahaan / organisasi.
Kompensasi yang baik akan memberi beberapa efek positif pada organisasi / perusahaan sebagai berikut di bawah ini :
a. Mendapatkan karyawan berkualitas baik
b. Memacu pekerja untuk bekerja lebih giat dan meraih prestasi gemilang
c. Memikat pelamar kerja berkualitas dari lowongan kerja yang ada
d. Mudah dalam pelaksanaan dalam administrasi maupun aspek hukumnya
e. Memiliki keunggulan lebih dari pesaing / kompetitor
Macam-Macam / Jenis-Jenis Kompensasi Yang Diberikan Pada Karyawan :
1. Imbalan Ektrinsik
a. Imbalan ektrinsik yang berbentuk uang antara lain misalnya :
- gaji
- upah
- honor
- bonus
- komisi
- insentif
- upah, dll
b. Imbalan ektrinsik yang bentuknya sebagai benefit / tunjangan pelengkap contohnya seperti :
- uang cuti
- uang makan
- uang transportasi / antar jemput
- asuransi
- jamsostek / jaminan sosial tenaga kerja
- uang pensiun
- rekreasi
- beasiswa melanjutkan kuliah, dsb
2. Imbalan Intrinsik
Imbalan dalam bentuk intrinsik yang tidak berbentuk fisik dan hanya dapat dirasakan berupa kelangsungan pekerjaan, jenjang karir yang jelas, kondisi lingkungan kerja, pekerjaan yang menarik, dan lain-lain.

UJIAN NASIONAL (MOMOK YANG MENAKUTKAN)


Sebagai seorang pendidik, saya masih merasa bingung dengan kebijakan dilaksanakannya Ujian Nasional sebagai salah satu syarat seorang siswa dinyatakan lulus dan berhak mengikuti jenjang pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ujian nasional masih menggunakan naskah yang sama secara nasional, artinya kemampuan peserta didik di ukur dengan standar yang sama secara nasional sementara tingakat keragaman siswa , daya dukung sarana/prasarana , status sosial peserta didik bengitu beraneka macam rupa.

Disisi lain, sejak tahun 2006 pemerintah sudah memberlakukan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dengan diberlakukannya KTSP, sekolah di perkenankan mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik dan daya dukung sekolah masing - masing dengan harapan setelah mereka terjun dimasyarakat , mereka dapat mengimplementasikan ilmunya sesuai dengan lingkungan dimana ia belajar. Ini artinya satu sekolah dengan sekolah yang lain amat dimungkinkan memiliki muatan kurikulum yang berbeda sesuai dengan pengembangannya dengan memperhatikan faktor lingkungan dimana sekolah berada. Sekolah yang berada di perkotaan akan berbeda muatan kurikulumnya dengan sekolah yang ada di perkotaan, bahkan sekolah di kota A akan berbeda pula muatan kurikulumnya dengan sekolah di kota B dan seterusnya. Ketika sekolah diberi kekbebasan menegembangkan kurikulum pengajarannya, kenapa pada akhirnya ketika siswa sudah menempuh pendidikan di tahun terakhir harus di uji dengan ujian yang di seragamkan secara nasional. Bukankah sikap ini adalah siskap yang tidak konsissten.

Dilain hal, ketika Ujian Nasional dikatakan salah satu , bukan satu - satunya alat untuk menyataakan lulus/tidak lulusnya siswa. kenyataannya, putusan akhhir tentang kelulusan siswa adalah merujuk kepada perolehan nilai 4 mata pelajaran pada SMP/MTs. tanpa memperhatikan mata pelajaran yang lain.
Saya adalah guru mata pelajaran agama, setiap tahun ada saja siswa yang tidak mengikuti ujian praktek dan ujian sekolah dengan nilai dibawah KKM. Tetapi begitu hasil pujian nasional mereka dinyatakan lulus, maka dengan serta merta diangap lulus semua mata pelajaran. Sulit memberi alasan kepada orang tua siswa ketika ada anaknya yang tidak lulus mata pelajaran non UN sementara UN-nya bagus dia dinyataakan tidak lulus.

Oleh karena itu saya menyarankan ujian memang harus diadakan diakhir tahun pelajaran sebagai syarat kelulusan. Namun ujian tidak distandarkan secara nasional tetapi diberi keebebasan sekolah untuk membuat standar sendiri dengan tidak mendikotomikan mata pelajaran yang di UN-kan dan yang tidak di UN-kan. karena dengan adanya dikotomi semacam itu perhatian siswa dan orang tua serta sekolah menjadi tidak berimbang dalam memandang mata pelajaran di sekolah. Selain itu kelulusan siswa hendaknya tidak hanaya dilihat dari nilai hasil ujian saja, tetapi juga harus dilihat dari nilai proses belajar yang berjalan selama siswa belajar ditempat /sekolah tersebut.

Guru yang profesional


Guru, Profesional adalahsuatu keharusan


Komunitas Blogger Bekasi

Valentine’s Day (Destroyer facilities Cares For Muslims)



v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Monotype Corsiva”; panose-1:3 1 1 1 1 2 1 1 1 1; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”Traditional Arabic”; panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:178; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)

Menurut pandangan Islam

وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِىْ اْلاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ , اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلاَّ الظَّنَّ

وَاِنْ هُمْ اِلاَّ يَحْرُسُوْنَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Hari ‘kasih sayang’ yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut ‘Valentine Day’ amat popular dan merebak di pelosok Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi maupun kelompok-kelompok kecil berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio maupun televise, sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri ‘terjun’ dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martir (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang kerana keshalehan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena berbeda paham dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Tetapi sejak abad 16 M, ‘nuansa upacara keagamaan’ tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi ’sebuah pesta budaya’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ’supercalis’  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ’sperti pada burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martir’ bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

وَلَاتَقْفُ مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلَمٌ , اِنَّ السَّمْعَ وَاْلبَصَرَ وَاْلفُؤَادَ كُلُّ اُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلاً

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:

مَنْ تَسَبَّحَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah ‘Valentine Day’.

1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan ’supercalis’ bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi ‘acara keagamaan’ yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.

2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3.TUJUAN

Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.

4.OPERASIONAL

Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan ‘alternatif’ terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan ‘robot’ yang bernyawa.

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset ‘MURTAD’ yang mafhumnya :-

“VALENTINE” adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’ kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

Itukah Rumahmu


Saudaraku,

Jadikanlah rumahmu, rumah yang disenangi malaikat-Nya Allah. Rumah yang senantiasa mendapat rahmat dan karunia Allah, yaitu rumah yang para malaikat rindu untuk masuk kedalamnya.

Ada beberapa rumah yang Malaikat enggan masuk kedalamnya, yakni :

1. Rumah yang penghuninya memutuskan tali silaturrahim

Rumah orang yang memutuskan tali silaturrahim dengan saudara dan kerabatnya tidak akan dimasuki oleh para malaikat-Nya Allah

اِنَّ اْلمَلاَئِكَةَ لاَ تَتَنَزَّلُ عَلَى قَوْمٍ فِيْهِمْ قَاطِع رَحِمٍ

“Sesungguhnya para malaikat tidak akan turun kepada suatu kaum yang didalamnya ada orang yangmemutuskan tali silaturrahim”

2. Rumah pemakan harta anak yatim

Imam Ibnu Daqiq Al - Id mengatakan bahwa memakan harta anak yatim akan mengakibatkan mati su’ul khotimah

Rasulullah SAw bersabda “

خَيْرُ اْلبَيِتِ فِي الْمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسَنُ اِلَيْهِ وَشَرُّ بُيُوْتٍ اْلمُسْلِنِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِ

رواه ابن ماجه

” Sebaik - baik rumabagi orang Islam adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang ia diperlakukan dengan baik, Seburuk - buruk rumah adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang ia diperlakukan dengan buruk.

3. Rumah orang yang durhaka kepada Orang Tua

Saudaraku, ketahuilah bahwa durhaka kepada orang tua merupakan salah satu dosa yang termasuk dosa besar. Oleh karena itu rumah orang yang didalamnya dihuni orang yang durhaka kepada orang tua, maka malaikat tidak akan masuk kedalamnya.Mengenai bahaya dosa durhaka kepada orang tua ini, rasululah Saw bersabda:

الا أنبعكم  ياكير  الكبائر  : ثلاثا , قلنا بلى يارسول الله  .قال : الاشراك بالله , وعقوق الوالدين وكان متكئا فجلس فقال الا وقول الزور

Rasulullah Saw bersabda . Maukah kalian  aku beri tahu tentang dosa besar? (Beliau mengulangnya sampai 3x),sahabat menjawab”Tentu Ya Rasul”maka beliau bersabda : Yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua, lalu beliau duduk dan bersandar kemudian katanya, juga sumpah palsu

HR. Buchori/Muslim)

4. Rumah yang didalamnya terdapat anjing

Mengenai hal ini, banyak nash yang menjelaskan bahwa malaikat rahmat tidak akan memeasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing, diantaranya:

لاَتَدْخُلُ اْلمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ كَلْبٌ, وَلاَ صُوْرَةٌ

Tidak akan masuk malaikat kesebuah rumah yang didalamnya terdapat anjing dan gambar

HR. Ahmad, Buchori, Muslim , Turmudzi, THabrani)



Analisis Soal Ulangan


ANALISIS SOAL ULANGAN HARIAN KE - 2
TAHUN PELAJARAN 2008 - 2009
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Kelas : VII - 1 nL + nH = 22
Bentuk soal :PG n = 11
No.Soal WL WH WL + WH WL - WH nL + nH Derajat Kesukaran Daya Beda Keterangan
DK = WL + WH DB = WL - WH

X 100 %

nL + nH n
1 2 1 3 1 22 14% mudah 0.09 tolak
2 4 6 10 -2 22 45% sedang -0.18 tolak
3 7 6 13 1 22 59% sedang 0.09 tolak
4 9 4 13 5 22 59% sedang 0.45 Pakai
5 7 7 14 0 22 64% sedang 0.00 tolak
6 9 10 19 -1 22 86% sukar -0.09 tolak
7 6 5 11 1 22 50% sedang 0.09 tolak
8 5 3 8 2 22 36% sedang 0.18 tolak
9 0 0 0 0 22 0% mudah 0.00 tolak
10 3 0 3 3 22 14% mudah 0.27 Pakai
11 7 1 8 6 22 36% sedang 0.55 Pakai
12 2 0 2 2 22 9% mudah 0.18 tolak
13 2 0 2 2 22 9% mudah 0.18 tolak
14 6 0 6 6 22 27% sedang 0.55 Pakai
15 3 2 5 1 22 23% mudah 0.09 tolak
16 3 1 4 2 22 18% mudah 0.18 tolak
17 10 11 21 -1 22 95% sukar -0.09 tolak
18 8 6 14 2 22 64% sedang 0.18 tolak
19 1 2 3 -1 22 14% mudah -0.09 tolak
20 5 3 8 2 22 36% sedang 0.18 tolak
21 3 1 4 2 22 18% mudah 0.18 tolak
22 4 4 8 0 22 36% sedang 0.00 tolak
23 4 0 4 4 22 18% mudah 0.36 Pakai
24 9 0 9 9 22 41% sedang 0.82 revisi
25 3 0 3 3 22 14% mudah 0.27 Pakai
26 4 0 4 4 22 18% mudah 0.36 Pakai
27 4 1 5 3 22 23% mudah 0.27 Pakai
28 7 1 8 6 22 36% sedang 0.55 Pakai
29 3 0 3 3 22 14% mudah 0.27 Pakai
30 2 0 2 2 22 9% mudah 0.18 tolak
31 7 0 7 7 22 32% sedang 0.64 Pakai
32 2 0 2 2 22 9% mudah 0.18 tolak
33 6 1 7 5 22 32% sedang 0.45 Pakai
34 2 0 2 2 22 9% mudah 0.18 tolak
35 6 1 7 5 22 32% sedang 0.45 Pakai
36 7 0 7 7 22 32% sedang 0.64 Pakai
37 8 2 10 6 22 45% sedang 0.55 Pakai
38 8 11 19 -3 22 86% sukar -0.27 tolak
39 9 8 17 1 22 77% sukar 0.09 tolak
40 8 1 9 7 22 41% sedang 0.64 Pakai
41 8 3 11 5 22 50% sedang 0.45 Pakai
42 7 0 7 7 22 32% sedang 0.64 Pakai
43 5 7 12 -2 22 55% sedang -0.18 tolak
44 2 0 2 2 22 9% mudah 0.18 tolak
45 1 1 2 0 22 9% mudah 0.00 tolak
46 8 7 15 1 22 68% sedang 0.09 tolak
47 8 6 14 2 22 64% sedang 0.18 tolak
48 5 4 9 1 22 41% sedang 0.09 tolak
49 8 7 15 1 22 68% sedang 0.09 tolak
50 6 4 10 2 22 45% sedang 0.18 tolak
Keterangan
Ditolak 31
Dipakai 18
Direvisi 1
Bekasi,17 Maret 2009
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah
Drs. NURHASAN MADANIH HASMI,S.Ag
NIP. 131600211 NIP. 132189197
Catatan : Ambil 27% kelompok atas dan 27% kelompok bawah berdasarkan peringkat
: Soal yang baik adalah soal yang tingkat kesukarannya (Degrees of Difficlty)
berkisar antara 25% s/d 75%
: Daya beda (Discriminating Power) yang ideal 0,40 keatas(untuk ulangan harian
masih ditolerir Dknya 0,20)
: Keterangan diisi dengan dengan dipakai, direvisi atau dibuang berdasarkan DK dan DB
Ket. WL : Jumlah individu kelompok bawah yang menjawab salah
WH : Jumlah individu kelompok atas yang menjawab salah
nL : Jumlah kelompok bawah
nH : Jumlah kelompok atas
n : Jumlah kelompok atas atau kelompok bawah

Kerangka Penulisan PTK


PETUNJUK RINGKAS MENULIS
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

A. Judul Penelitian PTK

 Ditulis secara singkat, spesifik dan jelas
 Menggambarkan masalah yang akan diteliti
 Menggambarkan tindakan penelitian yang dipilih untuk memecahkan masalah
 Ada Setting (tempat dan waktu)
 Jumlah kata jangan terlalu panjang sekitar 20-25 kata
Contoh:
a. Penggunaan Metode resitasi untuk Meningkatkan motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada pembelajaran Sholat Fardhu di Kelas 7 SMPN 23 KOta Bekasi
b. Meminimalisir Miskonsepsi Siswa Dalam Pembelajaran IPS melalui Penggunaan Modul IPS Terpadu di Kelas VII SMPN 23 Kota Bekasi
c. Peningkatkan keberanian siswa untuk berenang melalui penggunaan alat-alat bantu berenang pada Siswa Kelas IX SMPN 23 Kota Bekasai
d. Mempercepat ketepatan Handgrip melalui Pola Latihan Silang antara pukulan Forhand Volley dan groundstroke Depan Belakang Pada Permainan Tenis Kelompok Ex Pemain Badminton.

B. Bab Pendahuluan
1. Latar Belakang Masalah
 Masalah PTK yang diangkat:
o Merupakan masalah nyata di kelas / sekolah, bukan hasil kajian teoretik dari buku
o Dapat terinspirasi dari hasil penelitian terdahulu, tetapi digali dari permasalahan pembelajaran yang aktual.
o Masalah didiagnosis secara kolaboratif oleh guru atau kelompok guru.
 Masalah harus bersifat:
o penting dan mendesak untuk dipecahkan,
o dapat dilaksanakan (ketersediaan waktu, biaya dan daya dukung lainnya).
 Hal-hal yang perlu dideskripsikan pada LBM:
- Deskripsikan masalah yang dihadapi
- Sajikan fakta/bukti-buktinya
- Deskripsikan apa yang seharusnya dicapai
- Deskripsikan dampaknya jika masalah tersebut tdk teratasi
- Deskripsikan penyebab-penyebab masalah tersebut
- Deskripsikan alternatif pemecahan masalah tersebut

2. Rumusan Masalah
a. Sajian rumusan masalah harus dilihat dari aspek substansi dan bentuk rumusannya
 Substansi rumusan masalah PTK
 Ada permasalahan yang akan diatasi
 Ada alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil
positif yang diantisipasi
 Bentuk rumusan menggunakan kalimat tanya, contoh:
 Apakah Penggunaan Metode resitasin dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Sholat Fardhu di kelas 7 SLTPN 23 Kota Bekasi?
 Apakah Penggunaan Modul IPS Terpadu dapat Meminimalisir Miskonsepsi Siswa dalam Pembelajaran IPS di SMPN 23 Kota Bekasi?
 Apakah penggunaan alat-alat bantu berenang dapat meningkatkan keberanian siswa untuk berenang pada siswa Kelas IX SMPN 23Kota Bekasi?
 Apakah penggunaan pola latihan pukulan Forhand Volley dan groundstroke Depan Belakang dapat mempercepat ketepatan Handgrip permainan tenis pada Kelompok Ex Pemain Badminton Siswa SMPN 23 Kota Bekasi?
 Apakah penggunaan gaya umpan balik Reciprocal Style dapat meningkatkan kemampuan passing bawah dalam pembelajaran bermain bolavolly pada siswa kelas XI SMPN 23 Kota Bekasi?

b. Buat definisi operasional dari variabel pokok penelitian

3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian perlu dirumuskan secara singkat dan jelas tentang apa yang ingin diatasi atau dicapai berdasarkan permasalahan dan cara pemecahan masalah yang dikemukakan.

Contoh:
1. untuk mengetahui peningkakan motivasi belajar siswa melalui penggunaan penggunaan metode matrik perbandingan
2. Meningkatkan hasil belajar yang lebih bermakna baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa melalui penggunaan penggunaan metode matrik perbandingan

4. Manfaat Penelitian

- Manfaat penelitian perlu diuraikan secara jelas dan sistematis baik praktis maupun teoritis
- Kemukakan manfaat bagi siswa, guru, komponen pendidikan terkait di sekolah,.
1. Bagi siswa:
a. Tumbuhnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran
b. Meningkatnya hasil belajar siswa baik aspek kognitif maupun afektif
c. Meningkatnya ketrampilan sosial siswa dalam bergaul di lingkungan sosialnya
d. Meningkatnya keaktifan siswa dalam belajar

2. Bagi guru:
a. mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran Pengetahuan sosial
b. Diperolehnya strategi pembelajaran yang tepat untuk materi bahasan Negara maju dan Negara berkembang
c. Diperolehnya media pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran Kawasan Regional

2. Bagi Sekolah:
a. Meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pengetahuan Sosial
b. Tumbuhnya motivasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang bermutu
c. Tumbuhnya iklim pembelajaran siswa aktif di sekolah

C. Bab Kajian Teori dan Hipotesis Tindakan
a. Deskripsikan kajian teori yang relevan dengan topik penelitian yang dilakukan , terutama variabel yang mau diatasi (variabel Y= variabel terikat) dan variabel digunakan untuk mengatasi (variabel X= variabel bebas)
b. Deskripsikan hasil penelitian terdahulu yang relevan dg topik yang diteliti
c. Buat kerangka pemikiran yang menjelaskan keandalan tindakan untuk mengatasi masalah.
d. Buat kerangka pemikiran diatas dalam bentuk gambar skema tindakan
e. Tulislah Hipotesis tindakan.

D. Bab Metode Penelitian

A. Setting Penelitian
Deskripsikan Tempat, kondisi dan waktu penelitian dilakukan

B. Subjek Penelitian
Deskripsikan Subjek penelitian secara lugas yang mencakup jumlah, jenis kelamin, cakupan, kondisi siswa.

C. Prosedur Penelitian
Jelaskan metode penelitian, siklus penelitian, dan prosedur penelitian
Jelaskan jumlah siklus, tindakan siklus I, siklus 2 dan seterusnya disertai dengan penjelasan
Prosedur Penelitian mencakup: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta analisis dan refleksi
a. Perencanaan Tindakan
Deskripsikan tentang persiapan tindakan, kegiatannya
mencakup :
- penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran)
- penyusunan media
- penyusunan materi
- penyusunan instrumen
- Simulasi rencana tindakan (skenario pembelajaran)
b. Pelaksanaan tindakan
Deskripsikan rencana pelaksanaan tindakan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta jumlah pertemuaannya.
c. Observasi tindakan
Jelaskan data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data
(soal test, lembar observasi, kuesioner)

d. Analisis dan Refleksi
Deskripsikan teknik analisis yang digunakan serta bahan dan prosedur refleksi yang digunakan

E. Bab Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bagian ini sistematika sajiannya dapat dibuat sebagai berikut:
a) Kondisi Awal
b) Siklus I
c) Siklus II
d) Siklus III)
e) Siklus berikutnya (jika ada)
f) Pembahasan antar siklus

Penjelasan
1) Kondisi Awal
Deskripsikan fakta dari permasalahan atau kondisi variabel yang ada sebelum dilakukan peneltian, misal: nilai tes rata-rata yang dicapai, aspek ketrampilan sosial yang ada, tingkat keberanian bertanya siswa, miskonsepsi yang terjadi , dan sebagainya.

2) Siklus I,
Untuk masing-masing siklus dapat disajikan urutan sebagai berikut:
1. Rencana tindakan (deskripsikan skenario pembelajaran),
2. Pelaksanaan tindakan (deskripsi hasil observasi proses pelaksanaan pembelajaran secara rinci dari dari awal sampai akhir setiap pertemuan)
3. Hasil Tindakan (sajikan /deskripsikan hasil analisis data dari observasi proses, hasil test, dan angket)

a. Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif
b. Hasil Belajar siswa apek ketrampilan sosial (keberanian siswa dalam bertanya, berpendapat dan berargumentasi)
c. Efektifitas cara pembelajaran menurut siswa dan seterusnya

4. Refleksi
a) Deskripsikan hasil analisis tindakan dan bandingkan dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan), dan sertakan fakta-fakta penting dalam proses penelitian sebagai bahan analisis kritis.
b) Deskripsi ini merupakan sajian analisis kritis terhadap indikator kinerja VS hasil tindakan serta pengembangan konsep teoritis dan rencana tindak lanjut yang diperlukan.
3) Siklus II (seperti siklus I)
4) Siklus III ((seperti siklus I)
5) Pembahasan Antar Siklus

F. Bab Simpulan dan Saran
a. Simpulan
Simpulan merupakan jawaban terhadap perumusan masalah. Jadi untuk membuat kesimpulan harus disesuaikan perumusan masalahanya, jika ada 3 perumusan masalah pada bagian pendahuluan maka minimal ada 3 kesimpulan yang harus dibuat.
b. Saran
Merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian baik yang bersifat teoritis, praktis, maupun kebijakan.

G. Sistematika Penulisan Proposal PTK

BAGIAN PEMBUKA
Halaman Judul
Daftar Isi

Bagian I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

Bagian II. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis
A. Tinjauan Pustaka
B. Hasil Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Pemikiran
D. Hipotesis Tindakan

Bagian III Metode Penelitian (cara penelitian)
A. Setting Penelitian
B. Subjek Penelitian
C. Prosedur Penelitian (langkah-langkah PTK)
1. Perencanaan Tindakan
2. Pelaksanaan Tindakan
3. Observasi Tindakan
4. Analisis dan Refleksi

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

H. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN PTK

BAGIAN PEMBUKA
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel (bila ada)
Daftar Gambar (bila ada)
Daftar Lampiran
Abstrak atau ringkasan

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II. LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Tinjauan Pustaka
B. Hasil Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Pemikiran
E. Hipotesis Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN (CARA PENELITIAN)
A. Setting Penelitian
B. Subjek Penelitian
C. Prosedur Penelitian (langkah-langkah PTK)
1. Perencanaan Tindakan
2. Pelaksanaan Tindakan
3. Observasi Tindakan
4. Analisis dan Refleksi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Siklus I
B. Siklus II
C. Siklus III)
D. Siklus berikutnya (jika ada)
E. Pembahasan antar siklus
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN